Jumat, 27 Juni 2014

PERILAKU POLITIK, PARTISIPASI POLITIK DAN SOSIALISASI POLITIK



RESUME BUKU DASAR-DASAR ILMU POLITIK

BAB IX
PERILAKU POLITIK, PARTISIPASI POLITIK DAN SOSIALISASI POLITIK
Oleh: Murni Lestari

A.    Perilaku Politik
Secara umum perilaku plitik dirumuskan sebagai kegiatan yang berkenaan dengan proses pembuatan keputusan politik (Surbakti,1992:131). Perilaku politik juga termasuk kegiatan masyarakat dalam proses meraih kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, serta mengembangkan kekuasaan. Dalam melakukan kajian terhadap perilaku politik ada tiga unit analisis yang dapat dipilih, yaitu individu aktor pilitik agregasi politik, dan tipologi kepribadian politik.
B.    Partisipasi Politik
Partisipasi politik memiliki pengertian keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut mempengaruhi hidupnya (Surbakti,1992:140). Sedangkan menurut Mariam Budiarjo (1981:1) menyatakan bahwa partisipasi politik secara umum dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau sekelompok orang yang ikut serta aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah. Di negara-negara demokrasi yang dinamakan partisipasi politik hanya terbatas pada kegiatan sukarela saja,yaitu kegiatan yang dilakukan tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun.
C.     Penggolongan Partisipasi Politik
1.     Penggolongan Berdasarkan Partisipasi Aktif dan Partisipasi Pasif
Bila berpartisipasi secara aktif berarti kegiatan yang berorientasi pada proses input dan output politik, sedangkan berpartisipasi secara pasif berarti merupakan kegiatan yang berorientasi pada proses output.
2.     Penggolongan Partisipasi politik dilihat dari Dimensi Stratifikasi Sosial
Meliputi enam lapisan yaitu pemimpin politik, aktivis politik, komunikator,warga negara, marginal,dan orang yang terisoliasi.
3.     Penggolongan Partisipasi Politik Berdasarkan Jumlah Pelaku
Individal dan kolektif. Maksudnya individual adalah dilakukan sacara sendiri sedangkan kolektif ialah kegiatan yang serentak untuk memengaruhi penguasa seperti pemilhan umum.
4.     Penggolongan Partisipasi politik Berdasarkan tinggi rendahnya kesadaran Politik
Partisipasinya cenderung aktif. Sebaliknya jika kesadaran politik rendah maka mereka akan cenderung pasif, tertekan (apatis)
5.     Penggolongan partisipasi politik berdasarkan frekuensi dan intensitas
Dibedakan menjadi dua yaitu menjadi aktifis, partisipan dan pengamat.
6.     Penggolongan partisipasi politik dalam konvensionil dan non konvensionil
Konvensional yaitu partisipasi politik yang normal dalam demokrasi modern sedangkan non konvesional termasuk beberapa yang mungkin legal seperti petisi dan yang ilegal seperti tindakan politik penuh kekerasan dan revolusioner.

D.    Partisipasi Politik dan Perilaku Pemilih
Penjelasan tentang perilaku memilih dikenal dengan dua model/pendekatan sosiologi dan pendekatan Psikologi. Faktor-faktor sosiologis misalnya tentang  karakteristik sosial dan latar belakang sosiologis. Sedangkan faktor psikologis, mencakup tiga aspek yang merupakan kajian utama yaitu ikatan emosional pada suatu partai. Politik,orientasi terhadap isu-isu dan orientasi terhadap kandidat.
E.     Partisipasi Politik dan Sosialisasi Politik
Partisipasi politik merupakan tipe budaya politik yang merupakan isi yang ditranmisikan dalam sosialisasi politik untuk memelihara dan mengembangkan sistem politik nasional. Sedangkan sosialisasi politik adalah proses transmisi orientasi politik/budaya politik bangsanya (sisitem politik naionalnya) agar warga negara memiliki kematangan politik (sadar akan hak dan kewajibannya) sesuai dengan yang ditentukan dalam sisitem politik nasionalnya.

Sumber: Cholisin dan Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar