RESUME BUKU DASAR-DASAR ILMU POLITIK
BAB IX
PERILAKU POLITIK, PARTISIPASI POLITIK DAN SOSIALISASI
POLITIK
Oleh: Murni Lestari
A. Perilaku Politik
Secara umum perilaku plitik dirumuskan
sebagai kegiatan yang berkenaan dengan proses pembuatan keputusan politik (Surbakti,1992:131). Perilaku
politik juga termasuk kegiatan masyarakat dalam proses
meraih kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, serta mengembangkan kekuasaan.
Dalam melakukan kajian terhadap perilaku politik ada tiga unit analisis yang
dapat dipilih, yaitu individu aktor pilitik agregasi
politik, dan tipologi kepribadian politik.
B. Partisipasi Politik
Partisipasi politik memiliki pengertian
keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang
menyangkut mempengaruhi hidupnya (Surbakti,1992:140). Sedangkan menurut Mariam
Budiarjo (1981:1) menyatakan bahwa partisipasi politik secara umum dapat didefinisikan
sebagai kegiatan seseorang atau sekelompok orang yang ikut serta aktif dalam
kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung
atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah. Di negara-negara
demokrasi yang dinamakan partisipasi politik hanya terbatas pada kegiatan
sukarela saja,yaitu kegiatan yang dilakukan tanpa paksaan atau
tekanan dari siapapun.
C. Penggolongan Partisipasi Politik
1. Penggolongan Berdasarkan Partisipasi Aktif dan Partisipasi
Pasif
Bila berpartisipasi secara aktif berarti
kegiatan yang berorientasi pada proses input dan output politik, sedangkan
berpartisipasi secara pasif berarti merupakan kegiatan yang berorientasi pada
proses output.
2. Penggolongan Partisipasi politik dilihat dari Dimensi
Stratifikasi Sosial
Meliputi enam lapisan yaitu pemimpin
politik, aktivis politik, komunikator,warga negara, marginal,dan orang yang
terisoliasi.
3. Penggolongan Partisipasi Politik Berdasarkan Jumlah Pelaku
Individal dan kolektif. Maksudnya
individual adalah dilakukan sacara sendiri sedangkan kolektif ialah kegiatan
yang serentak untuk memengaruhi penguasa seperti pemilhan umum.
4. Penggolongan Partisipasi politik Berdasarkan tinggi
rendahnya kesadaran Politik
Partisipasinya cenderung
aktif. Sebaliknya jika kesadaran politik rendah maka mereka akan cenderung
pasif, tertekan
(apatis)
5. Penggolongan partisipasi politik berdasarkan frekuensi dan
intensitas
Dibedakan menjadi dua yaitu menjadi
aktifis, partisipan dan pengamat.
6. Penggolongan partisipasi politik dalam konvensionil dan non
konvensionil
Konvensional yaitu partisipasi politik yang normal dalam demokrasi
modern sedangkan non konvesional termasuk beberapa yang mungkin legal seperti
petisi dan yang ilegal seperti tindakan politik penuh kekerasan dan
revolusioner.
D. Partisipasi Politik dan Perilaku Pemilih
Penjelasan tentang perilaku memilih
dikenal dengan dua model/pendekatan sosiologi dan pendekatan Psikologi. Faktor-faktor
sosiologis misalnya tentang
karakteristik sosial dan latar belakang sosiologis. Sedangkan
faktor psikologis, mencakup tiga aspek yang merupakan kajian utama yaitu ikatan
emosional pada suatu partai. Politik,orientasi terhadap isu-isu dan
orientasi terhadap kandidat.
E. Partisipasi Politik dan Sosialisasi Politik
Partisipasi politik merupakan tipe
budaya politik yang merupakan isi yang ditranmisikan dalam sosialisasi politik
untuk
memelihara dan mengembangkan sistem politik nasional. Sedangkan sosialisasi
politik adalah proses transmisi orientasi politik/budaya politik
bangsanya (sisitem politik naionalnya) agar warga negara memiliki kematangan
politik (sadar akan hak dan kewajibannya) sesuai dengan yang ditentukan dalam
sisitem politik nasionalnya.
Sumber: Cholisin dan Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar