Senin, 30 Juni 2014

PEMBANGUNAN POLITIK DAN PERUBAHAN POLITIK



RESUME BUKU DASAR-DASAR ILMU POLITIK

BAB XIII
PEMBANGUNAN POLITIK DAN PERUBAHAN POLITIK
Oleh: Murni Lestari

A.    Konsep dan Pembangunan Politik dan Perubahan Politik
Pembangunan dan modernisasi politik adalah termasuk dalam cakupa perubahan politik akan tetapi perubahan politik tidak sama dengan pembangunan dan modernisasi politik. Dengan kata lain, sasaran yang ingin dicapai dengan pembangunan politik adalah tidak hanya sistem politik demokrasi tetapi juga kemampuan–kemampuan lain yang dipandang penting dimiliki pada suatu sistem politik untuk mempertahankan eksistensi  dirinya. (Gaffar, 1983: XII)
Menurut Lucian Pye, ciri–ciri pembanguan politik adalah (1) persamaan di maksudkan bahwa semua orang harus menjadi warga negara yang aktif, hukum dapat diterapkan pada semua orang dan pelaksanaannya bersifat impersonal.(2) kapasitas atau kesanggupan dari suatu sistem politik. (3) diferensiasi dan spesialisasi, yaitu adanya spesialisasi peranan politik dalam sistem politik dan bersifat integrasi.
Beberapa ilmuwan menyamakan modernisasi dengan pembangunan politik dan membedakan modernisasi dengan westernisasi. Modernisasi berarti proses perubahan untuk menciptakan kondisi–kondisi yang memungkinkan masyarakat dapat hidup sesuai dengan tingkat perkembangan zaman. Merujuk pada David Apter, ada 3 kondisi yang terkandung dalam modernisasi, yakni sistem sosial yang dapat secara terus–menerus berinovasi tanpa mengalami disintegrasi, struktur sosial yang menyediakan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan bagi kehidupan dalam dunia yang secara teknologi sudah maju. (Surbakti, 1992:238)
B.    Tujuan Pembanguan Politik
Ada 3 pendekatan melihat tujuan pembangunan politik, yaitu : melihat pembanguan politik sebagai selaras satu sama lain dengan alasan hal yang baik selalu sesuai satu sama lain dan tujuan yang satu mendukung tujuan yang lain, melihat tujuan sebagai bertentangan satu sama lain, dan pendekatan rekonsiliasi melihat tujuan pembanguan satu dapat direkonsiliasi dengan tujuan lain.(Surbakti, 1992: 240) Menurut Yuwono Sudarsono, tujuan pembanguan politik adalah menciptakan sistem politik yang maju. 
C.     Pendekatan pembangunan politik
Ada 3 pendekatan pembangunan politik, yaitu : (1) pendekatan sistem dan fungsi yang mengkombinasikan elemen teori sistem dan teori yang menyangkut struktur dan fungsi. (2) pendekatan proses sosial yang menghubungkan antara perilaku politik dan proses politik dengan proses sosial. (3) pendekatan perbandingan sejarah yang menggunakan pendekatan tradisional, tetapi dengan cara–cara yang sangat sistematis dan intensif terhadap perubahan sosial di berbagai negara.
D.    Penyebab perubahan politik
Ada 2 penyebab terjadinya perubahan politik, yaitu konflik kepentingan dan munculnya gagasan atau nilai–nilai baru (Surbakti, 1992: 246)
Perubahan politik merupakan hasil interaksi kepentingan yang secara ketat dikontrol, bahkan ditentukan oleh posisi sosial / kondisi material elite yang terlibat.
E.     Objek perubahan politik
Objek mengamati perubahan politik adalah sistem nilai politik, struktur kekuasaan, strategi menangani permasalahan kebijakan umum dan lingkungan masyarakat. (Surbakti, 1992: 240-241) Komponen sistem politik : (1) kultur, (2) struktu, (3) kelompok, (4) kepemimpinan, (5) kebijakan.
F.     Tipologi perubahan politik
Perubahan politik dibedakan 3, yaitu (a) perubahan sistem dibagi 2, yaitu perubahan yang progresif dan perubahan, (b) perubahan di dalam sistem politik, (c) perubahan karena dampak berbagai kebijakan umum.

Sumber: Cholisin & Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar