RESUME BUKU DASAR-DASAR ILMU POLITIK
BAB XIII
PEMBANGUNAN POLITIK DAN PERUBAHAN POLITIK
Oleh: Murni Lestari
A. Konsep dan Pembangunan Politik dan Perubahan Politik
Pembangunan
dan modernisasi politik adalah termasuk dalam cakupa perubahan politik akan
tetapi perubahan politik tidak sama dengan pembangunan dan modernisasi politik.
Dengan kata lain, sasaran yang ingin dicapai dengan pembangunan politik adalah
tidak hanya sistem politik demokrasi tetapi juga kemampuan–kemampuan lain yang
dipandang penting dimiliki pada suatu sistem politik untuk mempertahankan
eksistensi dirinya. (Gaffar, 1983: XII)
Menurut
Lucian Pye, ciri–ciri pembanguan politik adalah (1) persamaan di maksudkan
bahwa semua orang harus menjadi warga negara yang aktif, hukum dapat diterapkan
pada semua orang dan pelaksanaannya bersifat impersonal.(2) kapasitas atau
kesanggupan dari suatu sistem politik. (3) diferensiasi dan spesialisasi, yaitu
adanya spesialisasi peranan politik dalam sistem politik dan bersifat
integrasi.
Beberapa
ilmuwan menyamakan modernisasi dengan pembangunan politik dan membedakan
modernisasi dengan westernisasi. Modernisasi berarti proses perubahan untuk
menciptakan kondisi–kondisi yang memungkinkan masyarakat dapat hidup sesuai
dengan tingkat perkembangan zaman. Merujuk pada David Apter, ada 3 kondisi yang
terkandung dalam modernisasi, yakni sistem sosial yang dapat secara
terus–menerus berinovasi tanpa mengalami disintegrasi, struktur sosial yang
menyediakan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan bagi kehidupan dalam
dunia yang secara teknologi sudah maju. (Surbakti, 1992:238)
B. Tujuan Pembanguan Politik
Ada 3 pendekatan melihat tujuan pembangunan politik, yaitu :
melihat pembanguan politik sebagai selaras satu sama lain dengan alasan hal
yang baik selalu sesuai satu sama lain dan tujuan yang satu mendukung tujuan
yang lain, melihat tujuan sebagai bertentangan satu sama lain, dan pendekatan
rekonsiliasi melihat tujuan pembanguan satu dapat direkonsiliasi dengan tujuan
lain.(Surbakti, 1992: 240) Menurut Yuwono Sudarsono, tujuan pembanguan politik
adalah menciptakan sistem politik yang maju.
C. Pendekatan pembangunan politik
Ada 3 pendekatan pembangunan politik, yaitu : (1) pendekatan
sistem dan fungsi yang mengkombinasikan elemen teori sistem dan teori yang
menyangkut struktur dan fungsi. (2) pendekatan proses sosial yang menghubungkan
antara perilaku politik dan proses politik dengan proses sosial. (3) pendekatan
perbandingan sejarah yang menggunakan pendekatan tradisional, tetapi dengan
cara–cara yang sangat sistematis dan intensif terhadap perubahan sosial di
berbagai negara.
D. Penyebab perubahan politik
Ada 2 penyebab terjadinya perubahan politik, yaitu konflik
kepentingan dan munculnya gagasan atau nilai–nilai baru (Surbakti, 1992: 246)
Perubahan politik merupakan hasil interaksi kepentingan yang
secara ketat dikontrol, bahkan ditentukan oleh posisi sosial / kondisi material
elite yang terlibat.
E. Objek perubahan politik
Objek mengamati perubahan politik adalah sistem nilai
politik, struktur kekuasaan, strategi menangani permasalahan kebijakan umum dan
lingkungan masyarakat. (Surbakti, 1992: 240-241) Komponen sistem politik : (1)
kultur, (2) struktu, (3) kelompok, (4) kepemimpinan, (5) kebijakan.
F. Tipologi perubahan politik
Perubahan politik dibedakan 3, yaitu (a) perubahan sistem
dibagi 2, yaitu perubahan yang progresif dan perubahan, (b) perubahan di dalam
sistem politik, (c) perubahan karena dampak berbagai kebijakan umum.
Sumber: Cholisin & Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar