RESUME BUKU DASAR-DASAR ILMU POLITIK
BAB V
DEMOKRASI
Oleh: Murni Lestari
A. Konsep Demokrasi
Demokrasi merupakan sebuah metode politik, sebuah mekanisme
untuk memilih pemimpin politik
1. Persamaan
a. Persamaan Politik (Political equality)
Hak
yang sama bagi semua warga Negara untuk berpartisipasi dalam segala urusan
negara.
b. Persamaan dimuka Hukum (Equality before the Law)
Setiap
warga Negara sama dihadapan hokum dan haknya diberikan tanpa diskriminasi untuk
mendapatkan perlindungan hokum yang sama.
c. Persamaan Kesempatan
Persamaan
ini terkait dengan “stratifikasi social” dan “system mobilitas” yang mengandung
prinsip:
§ Setiap individu dalam masyarakat dapat mengalami peningkatan
dan penurunan dalam system kelas atau status sejalan dengan kemampuan dan
penerapan kemampuan
§ Tidakk adanya halangan buatan yang akan membatasi seseorang
untuk mencapai kemampuan dan kerja keras yang ingin diraihnya.
d. Persamaan Ekonomi
Setiap
individu dalam suatu masyarakat harus memiliki tingkat pendapatan yang sama.
e. Persamaan Sosial
Persamaan
ini mengacu pada tidak adanya perbedaan-perbedaan status dan kelas yang telah
dan masih dikenal seluruh masyarakat. Dan mencakup aspek –aspek persamaan
kesempatan
2. Kebebasan
Toleransi
dan partisipasi politik akan dapat mengembangkan kebebasan dan kesamaan,
danterwujudnya kebebasan dan kesamaan akan mengembangkan kehidupan yang
demokratis.
B. Nilai-nilai Demokrasi
Demokrasi merupakan sesuatu yang penting, karena nilai-nilai
yang dikandungnya sangat diperlukan sebagai acuan untuk menata kehidupan
berbangsa dan bernegara yang baik. Nilai-nilai demokrasi memang sangat
menghargai martabat manusia, namun pilihan apakah demokrasi liberal atau
demokrasi yang lain yang akan diterapkan, hal ini tidak lepas dari konteks
masyarakat yang bersangkutan.
C. Varian Demokrasi
1. Penggolongan Demokrasi Atas Dasar Bidang Kehidupan
a. Demokrasi Politik
Demokrasi
politik merupakan demokrasi yang pertama dan terutama, karena pengertian bahwa
arti penting metode politik demokrasi terutama terletak dalam hasil-hasil
sampingan non politiknya.
b. Demokrasi Ekonomi
Suatu
demokrasi yang tujuan kebijakan primernya ialah pembagian kembali kekayaan dan
pemerataan kesempatan ekonomi.
c. Demokrasi Sosial
Suatu
keadaan dan gaya masyarakat yang endogen (timbul dari dalam), baik itu
persamaan perlakuan dan hormat terhadap setiap orang, atau masyarakat multi
kelompok dimana suatu jaringan hidup mikrodemokrasi mempertahankan dan
melaksanakan makro demokrasi politik.
d. Demokrasi Industrial
Merupakan
demokrasi dalam pabrik-pabrik.
2. Penggolongan Demokrasi Berdasarkan Jaminan Kebebasan dan Persamaan
Menurut Dahl (1956) dalam A Preface to Democratic Theory,
(Hogerwerf, 1985:178-180), ada 3 jenis demokrasi politik, yaitu: Madisonian
democracy, Populistic democracy, dan Poliarchy democracy.
3. Demokrasi Langsung dan Perwakilan
Dalam pelaksanaan system perwakilan (tidak langsung) dapat
mendasarkan perwakilan partai dan fungsi.
4. Penggolongan Berdasarkan aliran Pemikiran
a. Demokrasi Liberal
Menurut
Mac Pherson dikenal 3 model, yaitu: Model demokrasi Protektif, Model Demokrasi
Pembangunan, dan Model Demokrasi Ekuilibrium.
b. Demokrasi Non-Barat
Demokrasi
yang didasarkan pada ideology sosialis/komunis.
D. Demokrasi Pancasila
Keunikan demokrasi pancasila terletak pada:
1. Cakupannya tidak terbatas dalam arti demokrasi politik,
tetapi juga mencakup demokrasi ekonomi dan demokrasi social
2. Spirit yang dikandungnya yakni religious, humanis,
kolektivisme (pola kehidupan desa)
3. Meskipun kelembagaan demokrasi modern yang digunakan tatapi
dalam pengambilan keputusan menggunakan mekanisme dari pranata social budaya
asli yakni system permusyawaratan.
E. Demokratisasi
1. Pendekatan Demokratisasi: Modernisasi, transisi dan
structural
a. Pendekatan Modernisasi. Melihat demokratisasi sebagai hasil
dari proses modernisasi
b. Pendekatan Transisi. Terfokus pada actor-aktor politik dalam
transisi actual dari rezim otoriter menuju rezim yang lebih demokratis.
c. Pendekatan Struktural. Menekankan proses-proses panjang
perubahan sejarah.
2. Pendekatan Demokratisasi: Continued authoritarianism,
instalasi demokrasi, consolidating democracy
Ada 3
kemungkinan bentuk rezim yang muncul setelah masa transisi, yaitu: “tetap
otoriter” (continued authoritarianism), “instalasi demokrasi”dan “pemantapan
Demokrasi” (Consolidating democracy).
3. Tipologi Demokratisasi
Ada 4
tipe ideal transisi demokrasi dan tipe demokrasi:
a. Transisi dengan suatu perjanjian (Pack)
b. Transisi reformasi akan terjadi apabila strategi yang
ditempuh kompromi karena kelompok masyarakat lebih kuat dari pada penguasa.
c. Transisi yang dikenakan(Imposition) akan tercapai jika
strategi yang digunakan berupa paksaan terbuka karena penguasa lama lebih
daripada kelompok masyarakat.
d. Transisi revolusi akan tercapai karena strategi yang
ditempuh paksaan terbuka dan kelompok masyarakat lebih kuat daripada pengusaha.
F. Konsolidasi Demokrasi
Konsolidasi demokrasi sangat diperlukan agar demokratisasi
tidak merosot kembali menjadi otoriter. Dengan memiliki 5 karakteristik, yaitu:
1. System politiknya memiliki legitimasi geografis,
konstitusional,dan politik
2. Ada kesepakatan mengenai aturan main dan semua pihak yang
mematuhinya
3. Pihak-pihak yang berhadapan bersepakat untuk menahan diri,
sehingga pihak yang menang tidak menghancurkan yang kalah
4. Kemiskinan dikalangan masyarakat diminimalkan
5. Perpecahan etnik, cultural, atau religiusnya tidak mendalam
dan bisa dikompromikan
6. Legitimasi geografik, diperoleh kalau rakyatnya mengakui
kenyataan wilayah geografis yang ditetapkan Negara itu dan menerima tempat
tinggal mereka didalam Negara itu.
G. Demokratisasi dan Civil Society
Alfred Stepan menjelaskan tentang demokratisasi (proses
menjadi demokrasi) dalam pemerintahan yang didominasi militer, membagi
masyarakat menjadi 3 arena, yaitu masyarakat sipil, masyarakan pilitik, dan
Negara.
Civil Society (masyarakat madani) adalah otonom dalam
berhadapan dengan Negara.
Sumber: Cholisin dan Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar