Sabtu, 29 Maret 2014

MENUNGGU KEPASTIAN #11



MENUNGGU KEPASTIAN

Terlalu fokus aku terhanyut dalam kisah tentang Bony, hingga aku terlupa akan sosok Sinar. Dia adalah sosok baik yang sementara waktu ini menjadi berubah sikap terhadapku. Entah karena apa, tidak pernah ada lagi telpon semalam suntuk untuk sekedar curhat, berbagi cerita. Hanya pesan singkat yang sesekali masuk dalam hpku. Mungkin karena kesibukan semester ini yang harus observasi selama sebulan di luar kota yang menjadikan sikap Sinar menjadi berubah. Mencoba mengerti dan memaklumi dengan semua sikap Sinar, namun ada hal yang berbeda dalam hariku, merasa kehilangan sosok yang mampu mengerti kondisiku. Kecanggungan mulai tercipta antara aku dan Sinar, untuk sekedar berbagi cerita tentang Bony kepada Sinar pun menjadi hal langka yang tak pernah kami lakukan lagi. Mungkin sebuah kesalahan yang telah aku lakukan hingga membuat Sinar perlahan menjauh dari kehidupanku, aku yang terlalu fokus kepada Bony tanpa memperhatikan apa yang dirasakan Sinar, mungkin sebuah kesalahan besar yang memaksa Sinar harus menjauhiku. Jika memang hal itu benar, aku akan merasa sangat bersalah, sejenak telah melupakan tentang Sinar, aku merasa bodoh karena terfokus pada sosok Bony yang justru melukis luka kembali, bahkan sampai aku melupakan Sinar yang mampu memberiku bahagia tanpa melukis luka sedikitpun. Tapi itulah kesalahan besarku, aku menyadari itu semua. Hanya kata maaf yang mampu kuucap pada semua kebaikan Sinar, aku berharap Sinar mau kembali menjadi sahabat berbagiku tanpa ada kecanggungan yang tercipta dalam persahabatan kami.
Semakin sadar bahwa perasaan yang tersimpan adalah perasaan yang salah, semakin membuatku ingin menentukan langkah tegas. Aku memang seorang wanita yang tidak tegaan, tapi ada kalanya aku harus tegas, untuk keberlangsungan nasib hatiku ini. Aku terlalu lama telah menahan semua yang aku rasakan. Merasa sia-sia ketika aku masih menaruh harapan tinggi pada Bony, sedangkan Bony tak sedikitpun menggubrisku. Terlalu lelah aku harus bertahan dengan semua rasa sayangku terhadap Bony ketika Bony justru asyik bersama wanita lain yang bisa membuatnya bahagia tanpa membalas ketulusan sayangku. Mendengar masukan-masukan dari beberapa argument teman, langkah yang harus aku pilih adalah tegas. Ya, aku harus mempertegas statusku dengan Bony, aku menginginkan kejujuran dari Bony. Akankah aku menjadi orang yang benar-benar disayangi Bony, atau aku hanya dianggap sebagai teman biasa tanpa ada posisi special di hati Bony, ataukah justru aku hanya wanita yang dianggap sebagai pengganti ketika Vani tidak ada. Dengan kata lain aku dijadikan orang kedua setelah Vani dalam hidup Bony dan bisa dikatakan aku hanyalah pelampiasan sementaranya. Sungguh tega jika memang seperti itu yang terjadi, namun aku tidak ingin mempermasalahkan posisiku di hati Bony, intinya aku mempertanyakan statusku kepada Bony. Apakah Bony merasakan sayang seperti yang aku rasakan selama ini atau tidak? Itu adalah pertanyaan yang akan menegaskanku untuk menentukan langkah selanjutnya. Pertanyaan yang bisa membantuku menentukan langkah, akankah aku harus bertahan pada Bony dengan semua ketulusan sayangku, sementara selama ini aku bertahan dalam luka yang telah digores Bony beberapa kali.
***
Terkesan tega, namun itu merupakan hal yang layak untuk aku lakukan sebelum aku terlalu jauh menyayangi Bony. Sebelum aku benar-benar menutup hatiku untuk kehadiran orang lain. Jujur ketika kehidupanku dihiasi oleh kehadiran Bony, pintu hatiku sedikit selektif dalam membiarkan orang lain memasuki hatiku. Hal ini mungkin merupakan salah satu efek dari perasaanku yang terlalu terpaku pada sosok Bony, sosok yang entah merasakan perasaan yang sama kepadaku atau justru tidak sama sekali. Tidak pernah ada kata yang mengindikasikan bahwa Bony juga memendam perasaan yang sama, itu yang menjadi keraguan tersendiri bagiku selama ini. Sebenarnya langkah apapun yang akan aku ambil bisa saja, asalkan aku siap dengan semua resiko yang aku ambil. Kini pertanyaannya, Apakah aku yakin bisa menerima segala resiko? Aku masih harus berpikir panjang dengan resiko yang harus aku hadapi ketika aku tegas terhadap Bony. Ketika aku menanyakan kepastian posisiku, dan perasaan Bony terhadapku aku harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Ketika ternyata Bony tidak memiliki perasaan yang sama denganku, aku harus siap untuk kehilangan Bony, aku harus siap hidup tanpa kata-kata penyemangat dari Bony, aku harus siap untuk menjauhi Bony, karena itulah yang selayaknya aku lakukan ketika Bony memang tidak ada rasa sayang lagi kepadaku.
Namun ketika Bony tetap saja tidak memberikan kepastian akan semua pengharapanku, dan aku hanya terkesan sebagai korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) aku harus siap untuk mengurangi intensitasku berkomunikasi dengan Bony, karena itu merupakan langkah yang tepat menurutku untuk semua keadaan ketika pengharapanku hanyalah sebuah kebohongan. Aku memang orang yang salah karena telah menaruh harapan terlalu tinggi pada Bony, namun kembali lagi aku adalah seorang wanita yang lebih peka dan selalu menggunakan perasaan. Ketika Bony mengirimkan pesan singkat dengan kata-kata yang mengindikasikan sebuah perhatian lebih dari perhatian seorang teman, akan menjadi beda arti dimata wanita, apalagi wanita yang sensitive sepertiku. Selalu berusaha mengartikan kata-kata itu dengan arti yang biasa saja tak lebih dari perhatian seorang teman, namun hatiku tak bisa berbohong bahwa kenyataannya aku mengartikan kata-kata itu dengan arti yang berbeda.
Seringkali aku berpikir, buat apa aku selalu mengartikan kata-kata dalam pesan singkat yang belum tentu merupakan kata-kata yang serius penuh makna. Bisa saja kata-kata itu merupakan kata-kata biasa, yang terlalu aku artikan lebih hingga aku menaruh harapan tinggi pada Bony, dan ternyata hanya sia-sia pada akhirnya. Seringkali aku mencoba menyadarkan diriku sendiri, bahwa aku tidak boleh lagi menaruh harapan terlalu tinggi mengingat bagaimanapun pengalaman adalah guru terbaik dalam mengarungi perjalanan. Menengok apa yang telah dilakukan Bony beberapa waktu yang lalu tidak serta merta hilang begitu saja dalam benak, meskipun aku sudah memaafkannya namun ketakutan untuk merasakan hal yang sama tidak bisa ku pungkiri. Aku takut jika aku harus jatuh dilubang yang sama dengan rasa sakit yang jauh lebih pilu. Maka dari itu aku mencoba mengontrol diriku sendiri untuk tidak terlalu menaruh harapan pada Bony, apalagi hanya dengan sapaan-sapaan dalam pesan singkat, yang aku sendiri tidak tahu kebenarannya. Berulang kali aku meyakinkan diriku untuk menanggapi hal itu dengan sikap yang biasa saja, namun kembali lagi aku hanyalah wanita biasa yang memiliki perasaan dengan ke-sensitivean yang lebih. Aku sering mengartikan apa yang dikatakan Bony lewat pesan singkat adalah benar, namun tak bisa aku pungkiri keraguan juga selalu mengiringi setiap keyakinanku tentang Bony.
***
Tidak pernah ada kata serius yang mengindikasikan bahwa Bony memiliki perasaan yang sama denganku adalah sebuah pertimbangan berat yang singgah dalam benakku, hingga aku dihadapkan dalam sebuah dilemma. Aku kembali mengingat bahwa aku tidak boleh hanya terfokus dengan kelanjutan hubunganku dengan Bony, aku tidak boleh egois hanya memikirkan aku dan Bony, tetapi aku juga harus ingat bahwa dibalik kepelikan masalahku dengan Bony, ada Sinar yang dulu selalu ada dalam langkahku, yang selalu menjadi dewan pertimbanganku dalam menentukan sikap, dan Sinar yang selalu mendukung dalam setiap langkahku. Namun semua itu berbalik, Sinar tidak lagi menjadi Sinar yang seperti itu, kini Sinar tidak pernah lagi menunjukkan perhatiannya kepadaku, bahkan untuk sekedar mendengarkan ceritaku Sinar tidak punya waktu lagi. Kesibukan studinya yang menjadi alasan utama ketika aku meminta untuk meluangkan waktu sejenak sekedar ingin berbagi kisah. Terasa lama sekali terdiam tenggelam tanpa menjalin komunikasi dengan Sinar dan itu terasa sangat aneh. Sempat berpikir, apakah Sinar merasa sakit hati dengan perlakuanku, ataukah aku punya salah terhadap Sinar, dan banyak tanda tanya dalam benak. Namun semuanya baik-baik saja ketika aku mengkonfirmasi hal itu kepada Sinar ketika kita berjumpa dalam sebuah acara.
“Hey, Sinar kamu datang juga?”
“Hey, iya aku datang Luk, dapat undangan tadi. Eh lama gak ktemu yah, hehe..”
“Iya nih, kapan-kapan maen yuuk..”
“Aduh, maaf Luk, selain observasi kemarin, ada sekitar 3 bulan terakhir ini aku harus penelitian dan itu cukup memakan waktu, termasuk waktu liburku, jadi ya gini keliatan sibuk banget, maaf yah lain kali deh..”
“Oke, santai aja. Oh ya, boleh aku ngobrol bentar sama kamu?”
“Iya boleh, ngobrol aja”
“Kamu knapa kok akhir-akhir ini kita jadi jarang komunikasi, jarang sapa-sapaan di sosmed, dan kamu kok jadi aneh gini sama aku? Apa aku punya salah sama kamu? Atau ada hal yang membuat kamu jadi gak nyaman berteman sama aku? Jika memang begitu, aku minta maaf yah..”
“Yaelah, kamu knapa e Luk, kok ngomong gitu? Biasa aja, aku gak knapa-knapa, kamu juga gak ada salah kok, aku emang jarang komunikasi lagi sama kamu karena kamu tau kan kalo aku lagi sibuk, kemarin aja aku harus keluar kota, terus belum lagi dengan penelitianku, masih juga aku diamanahi untuk menyelenggarakan acara yang lumayan besar juga, dan masih banyak lagi. Makanya kenapa kok aku jadi jarang komunikasi sama kamu, orang pegang hp aja jarang kok. Kamu gak perlu merasa seperti itu Luk.”
“Ya, gak gitu. Aku hanya merasa aneh dengan kamu dan sikapmu aja kok. Kalo bener-bener gak ada apa-apa, syukur deh, hehe..”
“Halah, santai aja Luk, kalo aku tuh kalem aja orangnya, woles gitu haha.. Oh iya aku mau cabut duluan, soalnya udah janjian sama dosen gak enak, aku duluan ya Luk..”
“Okesip, thanks ya Sinar” senyum yang kurekahkan menandakan leganya aku ketika tahu bahwa Sinar memang tidak marah atau bermasalah denganku, hanya kesibukan yang memaksa Sinar untuk bersikap seperti itu. Selagi itu masih untuk kepentingan dan kelancaran studinya, aku akan selalu mendukung Sinar.
Ketika hubunganku dengan Sinar aku anggap baik-baik saja, aku kembali dihadapkan dengan dilemma perasaan yang berkepanjangan. Aku harus melakukan hal yang seperti apa, agar hubunganku dengan Sinar tidak rusak, begitu pula dengan Bony, namun perlu digaris bawahi, hubungan dalam hal ini adalah hubungan pertemanan. Karena aku menemukan sosok yang nyaman untuk berbagi cerita adalah kepada Sinar. Disisi lain kepastianku dengan Bony masih saja diselimuti oleh tanda tanya. Tidak pernah ada kata yang menyatakan keseriusan Bony mengenai perasaannya kepadaku. Keraguanku semakin terlihat ketika banyak tulisanku terpampang nyata dalam sosmed yang mengidikasikan keraguan dan meminta kepastian, namun lagi-lagi tulisan itu menjadi tidak berarti dan terabaikan begitu saja. Pada intinya sampai saat ini aku masih saja terus menunggu kepastian dari Bony, entah apakah kepastian yang membuatku bahagia atau justru sebaliknya. Karena aku masu terus berpegang teguh dengan perasaanku yang aku rasakan selama ini. Karena aku yakin, ketika hatiku berbicara akan menjadi sebuah pertanda.
***


Sabtu, 01 Maret 2014

PROSES PEMBUATAN TAHU DAN PENYALAHGUNAAN FORMALIN PADA TAHU



TUGAS KELOMPOK
ILMU ALAMIAH DASAR
“PROSES PEMBUATAN TAHU DAN PENYALAHGUNAAN FORMALIN PADA TAHU”

                             DI SUSUN OLEH :
                             Saratri Fajar Jayanta                         (12401244011)
                                    Nabila Anindya Oktavian                (12401244012)
                                    Murni Lestari                                   (12401244013)
                                    Lina Puspita Ratih                           (12401244014)
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN HUKUM (PKnH)
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Tahu merupakan salah satu makanan tradisional yang sudah dimiliki negara kita sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Makanan yang berbentuk kubus dan umumnya berwarna putih ini sudah menjadi makanan yang mentradisi, selain karena harganya yang terjangkau juga faktor kandungan protein nabati yang cukup tinggi yang terdapat di dalamnya selain itu pengolahannya pun cukup mudah untuk dijadikan berbagai variasi masakan. Meskipun berharga murah dan bentuknya sederhana, ternyata tahu mempunyai mutu yang istimewa dilihat dari segi gizi. Hasil-hasil studi menunjukkan bahwa tahu kaya protein bermutu tinggi, tinggi sifat komplementasi proteinnya, ideal untuk makanan diet, rendah kandungan lemak jenuh dan bebas kolesterol, kaya mineral dan vitamin, makanan alami yang sehat dan bebas dari senyawa kimia yang beracun.
Tahu juga merupakan makanan yang sangat baik jika dikombinasikan dengan biji-bijian seperti beras, gandum dan jagung. Hal ini disebabkan tahu kaya akan asam amino lisin yang merupakan asam amino pembatas (jumlahnya sedikit), pada biji-bijian, sebaliknya biji-bijian kaya akan asam amino belerang (metionin dan sistein) yang jumlahnya kurang pada kacang-kacangan. Oleh karena itu protein kedelai dan protein biji-bijian mempunyai kekurangan dan kelebihan yang berlawanan, sehingga jika digabungkan atau dimakan bersama-sama akan menjadi pasangan yang serasi karena asam aminonya saling melengkapi, membentuk susunan yang sesuai dengan pola kebutuhan tubuh. Bagi orang Indonesia hal ini sangat menguntungkan karena makanan pokoknya adalah beras (nasi) yang termasuk kelompok biji-bijian.
Disamping itu, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemberian biji-bijian utuh bersama-sama dengan produk kedelai (termasuk tahu) akan menciptakan “Protein-sparing effect” yaitu tubuh akan menggunakan karbohidrat dari biji-bijian sebagai bahan bakar atau sumber energi sehingga proteinnya secara penuh dapat digunakan sebagai fungsi dasarnya, yaitu secara penuh dapat digunakan sebagai fungi dasarnya, yaitu untuk pertumbuhan (perbanyakan sel jaringan) dan pengganti bagian tubuh yang aus atau rusak, dan tidak digunakan sebagai sumber energi. Tak jarang ibu-ibu rumah tangga banyak mengkonsumsi tahu ini dalam berbagai macam pilihan makanan yang dapat disajikan karena melihat begitu banyak keistimewaan yang dimiliki oleh tahu.
Namun, banyak anak-anak yang tidak menyukai makanan ini karena bentuk dan rasanya yang kurang atraktif. Pembuatan tahu sudah banyak dilakukan pada skala industri rumah tangga, maupun dalam skala pabrik tahu secara kecil-kecilan. Dasar pembuatan tahu adalah melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Setelah protein tersebut larut, diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahan pengendap sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. Salah satu cara pembuatan tahu ialah dengan menyaring bubur kedelai sebelum dimasak, sehingga cairan tahu yang sudah terpisah dari ampasnya. Namun tahu yang dibuat oleh semua pabrik tahu selalu monoton, tidak ada inovasi baru yang membuat tahu tersebut lebih menarik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Tahu adalah makanan yang bahan bakunyua kedelai yang di hancurkan menjadi bubur.Di masyarakat tahu di kenal sebagai makanan sehari-hari,bahkan sebagai makanan pokok.Metode pembuatan tahu juga dengan cara sistematis dan terencana untuk membuat makanan yang bahan bakunya kedelai kemudian di hancurkan menjadi bubur.Setiap harinya kita mudah mendapatkan tahu,bahkan ada beberapa daerah tertentu yang memiliki tahu yang khas.Misalnya Kediri yang terkenal dengan julukan Kota Tahu.Tahu Kediri dikenal dengan sebuutan tahu takwa yang terbuat dari kacang hijau dan bila di pijat terasa padat.Ada pula tahu Sumedang yang punya rasa dan kerenyahan khusus.Cara pemanfaatan tahu cukup luwes.Hanya di goreng saja sudah dapat dinikmatai rasanya yang gurih.Selain di goreng untuk lauk,tahu dapat di jadikan makanan lain seperti tahu bacem,tahu kupat,oseng-oseng atau dijadikan lebih modern seperti tahu burger,lapis tahu gulung.cake pisang tahu,dan lain-lain.Tahu juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan juga mengandung beberapa macam asam amono yang di butuhkan tubuh manusia.Bagi pengrajin,tahu sendiri usaha ini memang daopat di jadikan salah satu alternative peluang kerja dalam modal yang tidak begitu mahal serta teknik pembuatannya yang cukup mudah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Asal-Usul tahu?
2.      Apa manfaat tahu?
3.      Apa saja kandungan gizi pada tahu?
4.      Bahan apa saja yang di perlukan dalam pembuatan tahu?
5.      Bagaimana cara pembuatan tahu?
6.      Apa pengertian formalin?
7.      Apa kegunaan formalin?
8.      Bagaimana Ciri-ciri Tahu berformalin?
9.      Apa dampak formalin bagi kesehatan?
C.     Tujuan

1.      Mengetahui Asal-usul tahu
2.      Mengetahui Manfaat tahu
3.      Mengetahui kandungan gizi pada tahu
4.      Mengetahui Baha-bahan dala pembuatan tahu
5.      Mengetahui Cara pembuatan tahu
6.      Mengetahui pengertian formalin
7.      Mengetahui kegunaan formalin
8.      Mengetahui ciri-ciri tahu berformalin
9.      Mengetahui dampak formalin bagi kesehatan















BAB II
LANDASAN TEORI

TEORI-TEORI TENTANG TAHU
Ada beberapa teori bagaimana tahu pada awalnya terbentuk:
1. Teori pertama kemungkinan besar proses pengumpalan tahu terjadi secara kebetulan. Bila membuat sup dari puree kedelai biasanya harus diberi bumbu. Bila sup tersebut diberi garam kemungkinan besar mengandung nigari (garam alami). Dengan adanya garam biterrn (nigari) maka penggumpalan tahu segera terjadi, garam yang sengaja ditambahkan ternyata dapat menggumpalkan tahu. Para tukang masak kemudian mengambil ampas tahu, agar mendapat tahu yang lebih lembut dengan tekstur yang indah. Tahap berikutnya adalah dengan pengepresan, membantu makan lebih tahan segar dalam waktu yang cukup lama.
2. Teori kedua mengusulkan bahwa karena tidak menernakkan sapi atau kambing untuk produksi susu, kemungkinan besar masyarakat Cina tidak familiar dengan cara menggumpalkan susu atau proses pengumpalan secara umum. Karena alasan tersebut, kemungkinan besar mereka belajar dari orang India di daerah Cina selatan atau dari Monggolia bagian Utara Cina. Kedua negara tersebut biasa membuat gumpalan susu dan keju. Teori teknologi import dari negara tetangga di anggap masuk akal karena Cina sangat mengemari delicacy yang beraroma ringan seperti "shark pin", sarang burung walet, dan teripang yang juga di import dari negara lain.
Kata tofu atau tahu muncul pertama kali dalam sejarah China sekitar 800 tahun kemudian. Dikatakan bahwa Budhi Dharma, yang hidup di China dari tahun 500 sampai 528 telah mendirikan sekolah Chinesse Ch'an (Zen), dan dalam ajarannya telah melibatkan dengan tahu dalam Dharma Combat. Untuk memperdalam penyertaan mengenai cara-cara atau jalan Budha. Budi dharma kemudian mengagungkan dan merefleksikan tahu sebagai sumber dari sesuatu yang sederhana, sifat jujur, jalan alam pintas, dan mencerminkan warna sebagai jubah yang putih dan agung. Prasasti tertua yang menyebut tofu adalah Saiinoku, yang ditulis sewaktu Dynasti Sung (960 - 1127), lebih dari 1000 tahun setelah penemu tahu itu sendiri.
Banyak buku kuno atau prasasti pada zaman itu menunjukan karya yang ditulis sekitar 60 sampai 100 BC, yang berisi cerita Lord Liu An dan Tofu jaman itu. Di buku-buku yang diterbitkan di jaman Dynasti Sung, terdapat deskripsi atau uraian yang menunjang bahwa tahu sering disajikan bagi santapan raja-raja di zaman itu. Tofu atau tahu menyebar ke Jepang pada abad ke delapan dan barangkali dibawa dari daratan China oleh beberapa pendeta Budha (Bhiksu) yang berkelana mondar-mandir antara Jepang dan China.
Masuknya tahu ke Jepang melalui jalur keluarga istana, para politisi dan ekonomi yang saat itu banyak berhubungan antara Cina dan Jepang. Para Bhiksu Budha sendiri makanan sehari-harinya adalah tofu. Di daerah sekitar candi Budha yang besar terdapat kedai-kedai tahu dan diorganisasi atau dikelola oleh para bhiksu Budha. Di Jepang khususnya di zaman Kamakura (1185 - 1333) terjadilah gerakan besar-besaran untuk memopulerkan tahu di antara penganut agama Budha bagi masyarakat Jepang. Dari Kamakura berkembang merambat ke Kyoto dan dari Kyoto menyebar ke seluruh negeri Jepang. Karena masyarakat Jepang mengikuti kehidupan para pemeluk agama Budha, yaitu menghindarkan diri dari konsumsi daging "dari ternak yang berkaki empat", maka kehadiran tahu tentu saja di sambut dengan gembira sebagai sumber makanan kaya protein dan gizi yang murah dan lezat rasanya.
Dari Jepang tahu berkembang dan maju sehingga timbullah inovasi baru dibidang produksi tahu termasuk di dalamnya: tahu beku kering (dried frozen tofu), age, grilled tofu dan nigari kinugoshi. Bersamaan dengan menyebarnya tahu di Jepang, sifat dasar tahu setahap demi setahap mengalami perubahan. Di tangan para ahli seni masak dan keterampilan, tahu yang diproduksi semakin lebih lunak, lebih putih dan dengan citarasa yang lebih nyaman.
Namun demikian tahu yang di produksi di kawasan pedesaan ternyata masih tetap mempertahankan tingkat kepadatan yang lama serta kaya citarasa seperti tahu dari daratan Tiongkok. Ketika seorang Zen Master China, yang bernama Ingen, tiba di Jepang di tahun 1661, ia sangat terperanjat saat menemukan tofu yang tidak lagi seperti tahu yang terdapat di China saat ia meninggalkan China.
Dalam memuja jenis makanan baru ia menyusun dan mengukir kalimat sederhana yang merupakan perubahan yang masih sangat terkenal hingga saat ini.

1.Mame de
2.Shikaku de
3. Yawazaka de
Setiap baris dalam perubahan tersebut memiliki arti ganda sehingga dapat dibaca sebagai berikut:
1.Dibuat dari kedelai atau berbuatlah sesuatu yang lurus
2.Empat segi, dipotong rapi atau jadilah orang baik dan jujur.
3. Lembut atau dan memiliki hati yang baik.














BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Studi Pustaka
1.      Mengambil data-data pendukung tentang tahu
a.       Literatur dan pustaka
b.      Browsing Internet
c.       Jurnal-jurnal penelitian sebelumnya
2.      Menemukan potensi permasalahan yang ada seputar informasi mengenai yang telah dikumpulkan.
3.      Menarik kesimpulan













BAB IV
PEMBAHASAN
A.    ASAL- USUL TAHU
Tahu dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang asli dari Indonesia, tahu berasal dari China seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.
Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian, tauhu (hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.
Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An yang merupakan seorang bangsawan, cucu Kaisar Han Gaozu, Liu Bang, yang mendirikan Dinasti Han.
Liu An adalah ilmuwan dan filosof, penguasa dan ahli politik. Ia tertarik pada ilmu kimia dan Meditasi Tadiom. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kemungklinan besar Liu An melakukan pengenalan makanan non daging melalui tahu. Kemungkinan besar Liu An memadatkan tahu dengan nigari atau air lant dan menjadi kental seperti tahu saat ini.
B.     MANFAAT TAHU

1.      Manfaat tahu mencegah penyakit jantung
Sejumlah studi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik), yang menyebabkan penurunan risiko penyakit jantung.
2.      Tahu merupakan sumber makanan yang kaya zat besi, yang menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram. Zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan Manfaat tahu meningkatkan produksi energi
oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energi.
Tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis. Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon (fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.
3.      Manfaat Tahu untuk wanita, khususnya wanita menopause
Selama menopause, estrogen wanita berfluktuasi, baik naik atau turun di bawah tingkat normal. Nah, fitoestrogen dari kedelai dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tersebut. Hal ini dapat membantu mengurangi frekuensi dan beratnya gejala hot flashes (rasa panas pada perut) pada wanita menopause.
4.       
Tahu juga bisa menjadi sumber yang kaya kalsium tergantung pada koagulan yang digunakan dalam pembuatan (seperti kalsium sulfat yang digunakan oleh produsen tahu).
Hal ini membantu melindungi terhadap penyakit seperti kehilangan tulang, kelemahan tulang, rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Penelitian baru juga menunjukkan bahwa isoflavon dalam makanan kedelai dapat memperkuat densitas (kepadatan tulang). Ini bisa membuat tahu berguna dalam menangkal penyakit tulang pada wanita postmenopause.
5.      Manfaat tahu mencegah osteoporosis Manfaat tahu membantu menurunkan berat badan
Tinggi protein membuat  perut tidak cepat merasa lapar. Juga, sifat rendah kalori (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan kalori ekstra untuk menu diet Anda.
6.       Manfaat tahu membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal
Diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, salah satunya gagal ginjal. Diabetes adalah penyebab utama kegagalan ginjal dengan tanda awal adanya sejumlah protein dalam urin. Sebuah penelitian dilakukan pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein kedelai dan manfaat tahu dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air seni.
C.    KANDUNGAN GIZI PADA TAHU
Tabel kandungan gizi pada Tahu
NO.
UNSUR GIZI
KADAR/100gr BAHAN
1
Energi (kal)
79
2
Protein (g)
7,8
3
Mineral (g)
2,2
4
Kalsium (mg)
124
5
Fosfor (mg)
63
6
Zat Besi (mg)
0,8
7
Vitamin A (mcg)
0
8
Vitamin B (mg)
0,06
9
Air
12,5





D.    BAHAN-BAHAN PEMBUATAN TAHU
a.      Bahan baku
Bahan baku tahu kedelai yaitu kedelai kuning. Biasanya bahan baku ini sering dianggap sepele sehingga produk tahu yang dihasilkan kurang memuaskan.
Kedelai kuning adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna kuning, putih, dan hijau. Apabila dipotong melintang memperlihatkan warna kuning pada irisan keping bijinya. Kedelai kuning inilah yang digunakan sebagai bahan baku tahu dan tempe.
Bentuk biji kedelai juga bervariasi yaitu tergantung pada kultivarnya. Ada biji kedelai yang berbentuk bulat, agak gepeng dan sebagian besar bulat telur. Sedangkan besar dan bobotnya dibedakan menjadi 3 yaitu :
1.      kedelai berbiji besar bila bobot 100 bijinya lebih dari 13 gram.
2.      Kedelai berbiji sedang bila bobot 100 bijinya antara 11-13 gram.
3.      Kedelai berbiji kecil bila bobot 100 bijinya antara 7-11 gram.




Biji kedelai terdiri atas 2 bagian, yaitu :
  1. Testa ialah kulit biji yang beragam warna (kuning, hijau, cokelat, hitam, atau campuran diantara warna-warna itu)
  2. Janin (embrio) yang terdiri dari kotiledon (berisi bahan makanan -> protein dan lemak), plumula dan poros hipokotil – bakal akar.
Untuk mendapatkan tahu yang berkualitas prima kita harus memperhatikan syarat mutu biji kedelai yang hendak kita gunakan sebagai bahan baku. Dimana syarat mutu ini meliputi syarat umum dan syarat pokok.
3.      Syarat umum biji kedelai yang berkualitas
a.       Bebas dari sisa tanaman (kulit polong, potongan batang), batu, kerikil, tanah, atau biji-bijian lain.
b.      Tidak luka, bebas dari serangan hama penyakit
c.       Tidak memar, retak dan keriput
4.      Syarat pokok biji kedelai
Tingkat mutu biji kedelai dapat dipilah menjadi tiga yakni mutu I, mutu II dan mutu III
Tabel Syarat Pokok Mutu Kedelai
No.
Kriteria
Mutu I
Mutu II
Mutu III
1.
Kadar air maksimum (% bobot)
13
14
16
2.
Kotoran maksimum (% bobot)
1
2
5
3.
Butir rusak (% bobot)
2
3
5
4.
Butir keriput (% bobot)
0
5
8
5.
Butir merah (% bobot)
1
3
5
6.
Butir warna lain (% bobot)
0
5
10


Keterangan :
1. Kadar air              : jumlah kandungan air dalam biji kedelai yang dinyatakan                 dalam presentasi basis tanah (bb)
2. Kotoran                : benda-benda yang bukan kedelai seperti batu, tanah, pasir, batang, tangkai, kulit polong dan biji yang lain.
3. Butir rusak           : biji kedelai yang rusak karena faktor biologik, fisik, mekanik atau proses kimia seperti berkecambah, kutuan, berjamur, busuk, perubahan warna, bau, rasa, dan bentuk.
4. Butir Keriput        : biji kedelai yang berubah bentuk menjadi keriput, berasal dari biji muda atau biji yang pertumbuhannya tidak sempurna.
5. Butir Belah           : biji kedelai tidak rusak, tetapi kulit biji terkelupas dan keping-kepingnya terlepas.
6. Butir warna lain   : biji kedelai yang mempunyai kulit biji berwarna lain dan    normal seperti pada kedelai kuning terdapat kedelai hitam, hijau dan coklat.
b. Bahan pembantu
Tahu kedelai dibuat dengan cara mengendapkan protein dari kedelai dengan menggunakan bahan penggumpal. Bahan penggumpal yang digunakan biasanya batu tahu atau sisoko (CaSO4).
Batu tahu ini berasal dari gips yang mengandung kalsium sulfat yang sudah dibakar dan ditumbuk halus menjadi tepung. Batu tahu ini digunakan dengan mencampurkan bubuk kedelai yang sudah disaring.
            Kita juga bisa menggunakan asam cuka (90%) atau “biang” ataupun sari jeruk. Bila kita menggunakan bahan-bahan itu kita harus mengetahui dosis yang tepat, bila tidak tepat maka kemungkinan akan gagal proses pembuatan tahu. Misalnya, penggunaan asam cuka dengan dosis yang tidak pas kemungkinan besar rasa tahu menjadi masam. Begitu pula dengan penggunaan biang (sisa cairan setelah tahap pengendapan protein atau sisa cairan dari pemisahan gumpalan tahu yang dibiarkan semalam) juga memiliki resiko tang cukup tinggi. Misalnya jika biang ini mengandung bekteri pengurai protein cukup tinggi tahu akan busuk. Tetapi, bila kita menggunakan sari jeruk beban biaya produksi akan meningkat pesat.
            Warna asli tahu adalah putih, tetapi kadang-kadang ada yang berwarna kuning. Bila ada tahu yang berwarna kuning, itu karena adanya bahan tambahan yaitu kunyit.
            Caranya adalah kulit kunyit dikelupas, lalu diparut dan diperas. Air perasan ini dididihakn dengan ditambahkan sedikit air. Kemudian bakal tahu dimasukkan ke dalam cairan kunyit, maka jadilah tahu kuning. Bila sedikit rasa asin cukup ditambahkan garam ke dalam cairan kunyit tersebut.
E.     CARA PEMBUATAN TAHU
Untuk membuat tahu kedelai harus melewati beberapa tahap, yaitu pernyotiran, pencucian, perendaman, penggilingan, pendidihan, penyaringan, penggumpalan, pencetakan, dan perebusan.
1.      PENYORTIRAN DAN PENCUCIAN
Setiap harinya, home industri Purwogondo ini menggunakan ± 15 kuintal biji kedelai yang sudah tua. Sebelum digiling, biji-biji kedelai itu harus dipilih terlebih dahulu. Caranya adalah dengan meletakkan biji-biji kedelai itu pada tampah kemudian ditampi. Biasanya hal ini dikerjakan oleh 4 orang. Tujuan dari pemilihan ini untuk mendapatkan kedelai yang bersih, bebas dari kotoran sehingga menghasilkan produk tahu yang berkualitas.
Biji-biji kedelai yang sudah bersih itu kemidian dimasukkan ke dalam ember berisi air dimana airnya mengalir, sehingga kotoran yang melekat maupun tercampur diantara biji dapat hilang.
2.      PERENDAMAN
Setelah kedelai itu dicuci kemudian kedelai direndam dalam bak besar selama 6-12 jam. Tetapi biasanya home industri ini merendam kedelai selama 7 jam. Perendaman kedelai dimaksudkan agar kedelai menyerap air sehingga lebih lunak dan kulitnya mudah dikupas.
Cara mengupas kulit kedelai ini adalah dengan meremas-remas kedelai dalam air kemudian dikuliti sehingga biji-biji kedelai kelihatan bersih.
3.      PENGGILINGAN
Keping-keping kedelai ditambah iar panas dan dimasukkan ke dalam alat penggiling. Untuk 1 bagian kedelai ditambah dengan dan bagian air panas dengan tujuan untuk menonaktifkan enzim lipoksigenasi dalam kedelai yang menyebabkan bau langu.
Cara penggilingan : keping-keping kedelai direndam air panas selama beberapa menit kemudian dimasukkan ke dalam penggilingan yang digerakkan generator. Keping-keping kedelai tergiling menjadi halus dan menjadi bubur putih yang kemudian ditampung dalam panic besar.
4.      PENDIDIHAN
Setelah digiling, bubur kedelai tadi dididihkan. Pendidihan ini bertujuan untuk menonaktifkan zat antinutrisi kedelai dan meningkatkan nilai cerna.
Cara pendidihan : bubur kedelai dimasukkan ke dalam wajan besar lalu dipanaskan diatas tungku. Karena bubur kedelai ini masih kental maka perlu ditambahkan air. Selama pendidihan ini akan mengeluarkan busa, maka agar buasa tidak tumpah perlu diaduk. Lama pendidihan ini sekitar 15-39 menit.
5.      PENYARINGAN
Setelah dididihkan, bubur kedelai ini selanjutnya disaring untuk mendapatkan sari kedelai. Caranya bubur kedelai diletakkan diatas kain mori kasar yang ada di dalam panic. Setelah itu, kain mori ditutupkan pada bubur lalu diletakkan diantara penjepit papan kayu yang berada pada peremukaan panic. Papan kayu ditekan sekuat-kuatnya agar semua air yang terdapat dalam bubur terperas semua. Bila perlu, ampas saringan diperas lagi dengan menambah sedikit air, penyaringan ini dapat dilakukan berulang kali hingga diperoleh sari kedelai yang optimal. Selain sari kedelai, kita juga mendapatkan hasil lain yaitu ampas tahu yang dapat dijadikan pakan ternak dan tempe gembus.
Selanjutnya, sari kedelai yang masih hangat dan berwarna kekuning-kuninigan itu ditambah dengan batu tahu atau air cuka sehingga timbul jonjot-jonjot putih. Penggumpalan ini berlangsung selama 10 menit agar mendapatkan protein yang sempurna.
6.      PENCETAKAN
Proses selanjutnya adalah pencetakan. Pertama-tama dimulai dengan pemisahan air asam atau cuka yang terdapat diatas endapan dengan cara meletakkan tampah diatas endapan kemudian menekannya. Maka air akan berada diatas tampah kemudian diselang atau diambil dengan gayung. Setelah itu barulah gumpalan protein dimasukkan ke dalam cetakan  yang bagian alasnya dihamparkan kain mori. Jika cetakan telah berisi penuh dengan gumpalan protein kain mori dilipat bagian atasnya dan diatas kain diletakkan pemberat (batu) sekitar 3 menit. Akhirnya jadilah tahu yang kemudian akan dipotong-potong sesuai permintaan konsumen. Biasanya berukurang 5 x 5 cm.
7.      PEREBUSAN
            Sebelum tahu ini dipasarkan, maka tahu harus direbus dahulu dan dibiarkan dalam air perebusan sampai saat dijual. Tujuan perebusan ini agar tahu tidak menjadi basi. Pada saat perebusan kita bisa menambahkan perasaan kunyit atau garam.
F.     PENGERTIAN FORMALIN
Formalin (CH2O) adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air, biasanya ditambah methanol hingga 15% sebagai pengawet.
     Formalin secara alamiah sudah ada dalam bahan makanan mentah dalam kisaran1mg/kg hingga 90 mg/kg. Formalin ditemukan di hampir semua jenis produk perawatan karena mempunyai cara yang unik dalam sifatnya sebagai disinfektan. Formalin dapat mengeraskan kulit, merusak kekuatannya, dan memutihkan serta menghasilkan efek anastesi lokal. Percampuran formaldehid dengan air menyebabkan ikatan ion tidak stabil sehingga formalin mudah berubah menjadi paraformaldehid yang beracun.








Nama-Nama lain dari Formalin
Methylene aldehyde Formo
b.   Paraforin
c.   Morbicid
d.   Oxomethane
e.   Polyoxymethylene glycols
f.    Methanal
g.   Formoform
h.   Superlysoform
i.      Formic aldehyde
j.      Formalith
k.     Tetraoxymethylene
l.      Methyl oxide
m.    Karsan
n.     Trioxane
o.     Oxymethylene
p.     Methylene glycol2
Sekilas tentang sifat Formalin
  • Formalin, larutan formaldehida dalam air dan dilarang digunakan dalam pangan sebagai pengawet.
  • Formalin digunakan pada industri plastik, anti busa, bahan konstruksi, kertas, karpet, textile, cat, mebel, dan pengawet.
  • Formalin dapat menyebabkan kanker. Sekitar 2 sendok makan formalin dapat menyebabkan kematian.
Meskipun dalam udara bebas formaldehida berada dalam wujud gas, tetapi bisa larut dalam air (biasanya dijual dalam kadar larutan 37% menggunakan merk dagang 'formalin' atau 'formol'). Dalam air, formaldehida mengalami polimerisasi dan sedikit sekali yang ada dalam bentuk monomer H2CO.
Umumnya, larutan ini mengandung beberapa persen metanol untuk membatasi polimerisasinya. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40%.Meskipun formaldehida menampilkan sifat kimiawi seperti pada umumnya aldehida, senyawa ini lebih reaktif daripada aldehida lainnya.
Formaldehida merupakan elektrofil, bisa dipakai dalam reaksi substitusi aromatik elektrofilik dan sanyawa aromatik serta bisa mengalami reaksi adisi elektrofilik dan alkena. Dalam keberadaan katalis basa, formaldehida bisa mengalami reaksi Cannizzaro, menghasilkan asam format dan metanol.
Formaldehida bisa membentuk trimer siklik, 1,3,5-trioksana atau polimer linier polioksimetilena. Formasi zat ini menjadikan sifat-sifat gas formaldehida berbeda dari sifat gas ideal, terutama pada tekanan tinggi atau udara dingin.
Formaldehida bisa dioksidasi oleh oksigen atmosfer menjadi asam format, karena itu larutan formaldehida harus ditutup serta diisolasi supaya tidak kemasukan udara.

G.    KEGUNAAN FORMALIN

Dalam bidang industri formalin digunakan dalam produksi pupuk,  bahan fotografi, parfum, kosmetika, pencegahan korosi, perekat kayu lapis, bahan pembersih dan insektisida, zat pewarna, cermin dan kaca.
 formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resin formaldehida.
Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak). Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.
Formalin sering digunakan juga sebagai pengawet sediaan di laboratorium dan pembalsaman mayat.Pada umumnya pengawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya formalin sangat kurang.Karena itulah bahan formalin untuk industri ini di negara sedang berkembang sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan pada mi basah, tahu, ikan asin, ikan basah, ayam, dll sehingga dapat membahayakan dan merugikan kesehatan.
Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan, Formaldehida dikenal juga dengan nama formalin dan dimanfaatkan sebagai pembersih; lantai, kapal, gudang dan pakaian.
Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai.
Formalin juga digunakan sebagai Pengawet mayat di Rumah Sakit. Karena termasuk jenis bahan pengawet yang bertahan lama, apalagi jika di pakai dalam makanan.
Ternyata banyak sekali kegunaan formalin jika digunakan sebagaimana seharusnya dan pada tempatnya, contoh kecil Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya, Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca, Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi, Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea. Tapi masih ada didunia ini yang menggunakannya untuk makanan yang dikonsumsi oleh banyak orang, mungkin ini menjadi catatan untuk pemerintah dan dinas kesehatan untuk lebih memperhatikan tentang kesehatan jutaan pemerintah terutama dalam bidang makanan yang dikonsumsi.
Dan Diantara kegunaannya ada juga kegunaan yang salah karena melalui sejumlah survei dan pemeriksaan laboratorium, ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab.
Komposisi dan dampak penggunaan formalin Berbagai data dari MSDS (Material Safety Data Sheet) di bidang industri yang ada  memberikan informasi mengenai bahaya formalin. Formalin umumnya terdiri dari bahan formaldehid 37% dan metil alkohol 10-15 %, terdapat dalam larutan-larutan dalam berbagai kepekatan dan mempunyai bau yang menyengat dan bersifat racun. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang maka formaldehid dapat merusak hati, ginjal, limpa, pankreas, otak dan menimbulkan kanker,terutama kanker hidung dan tenggorokan.

H.    CIRI-CIRI TAHU BERFORMALIN

Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat celsius). Bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Tahu terasa terlampau keras, namun tidak padat. Bau agak menyengat, bau formalin.


I.       DAMPAK FORMALIN BAGI KESEHATAN
a.       Formalin di udara berbau tajam menyesakkan, merangsang hidung, tenggorokan dan mata
b.      Dampak buruk bagi kesehatan pada seseorang yang terpapar dengan formalin dapat terjadi akibat paparan akut atau paparan yang berlangsung kronik
c.       Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan, bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen ( menyebabkan kanker ), mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatif
d.      Orang yang mengonsumsinya (akut) akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah.
e.       Uap dari formalin sendiri sangat berbahaya jika terhirup oleh saluran pernapasan dan juga sangat berbahaya dan iritatif jika tertelan oleh manusia.
f.       Jika sampai tertelan, orang tersebut harus segera diminumkan air banyak-banyak dan diminta memuntahkan isi lambung.
g.      Gangguan pada persarafan berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi.
h.      Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas. Penggunaan formalin jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.
i.        Formalin disamping masuk melalui alat pencernaan dan pernafasan, juga dapat diserap oleh kulit.
j.        Formalin juga termasuk zat neurotoksik, karena bersifat racun dan dapat merusak syaraf tubuh manusia dalam dosis tertentu.
k.      Informasi menurut sistem keamanan pangan terpadu menyebutkan bahwa jika formalin terminum minimal 30 ml (sekitar 2 sendok makan) dapat menyebabkan kematian.
l.        Formalin menjadi berbahaya tidak saja ketika bercampur makanan, tetapi juga dalam udara dan masuk melalui pernapasan maupun kulit. Sementara formalin yang boleh masuk ke tubuh dalam bentuk makanan untuk orang dewasa adalah 1,5 mg hingga 14 mg per hari. Formalin bersifat iritan bagi mata, hidung, saluran pernapasan, dapat menyebabkan bersin, disphagia, konstraksi laring, bronchitis, dan pneumonia.

          Hal yang lebih buruk adalah pada paparan berulang kali, dapat menyebabkan asma. Larutan pekat yang mengenai kulit menyebabkan pemutihan dan pengerasan. Penghirupan formalin dapat menyebabkan rasa nyeri yang intens disertai dengan inflamasi ulcerasi, dan nekrosis pada membran mucus. Dapat terjadi mual, hematemesis, diare disertai darah, hematuria (adanya darah dalam urin), anuria (tidak ada produksi urin), asidosis, vertigo, dan kegagalansikulasi.
          Kematian dapat terjadi setelah menghirup sebanyak 30 ml. Jika korban selamat dalam 48 jam, maka dia masih dapat ditolong. Batas maksimum yang diperbolehkan di udara adalah dua ppm. Wanita yang terpapar formalin akan mengalami kegagalan dalam fungsi reproduksinya. Dalam konsentrasi tinggi, formalin dapat mengakibatkan kejang-kejang pada pangkaltenggorokan.
          Formalin juga ditemukan pada asap rokok dan udara yang tercemar asap kendaraan bermotor. Bahan pengawet ini juga ada dalam kayu lapis terutama bila masih baru. Kadar formalin akan turun seiring berjalannya waktu. Jika seseorang membeli furnitur baru, sebaiknya selalu membuka jendela untuk menurunkan kadar formalin dalam ruangan.
Selain itu, formalin juga pernah diuji pada hewan percobaan dan disimpulkan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker).
          Kehadiran formalin ke dalam tubuh akan mengacaukan susunan protein atau RNA sebagai pembentuk DNA di dalam tubuh manusia. Jika susunan DNA kacau, maka akan memicu terjadinya sel-sel kanker dalam tubuh manusia. Meskipun proses ini memakan waktu lama, namun cepat atau lambat jika setiap hari tubuh kita mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin, kemungkinan untuk terjadinya kanker sangat besar.
Dari paparan diatas bahaya formalin pada kesehatan manusia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
A.   Bersifat akut : efek pada kesehatan manusia langsung terlihat.
Iritasi,alergi,kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut, dan pusing.
B.    Bersifat Kronis : efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang
Iritasi kemungkin parah, mata berair kemungkin parah, gangguan pada pencernaan, gangguan pada hati, gangguan pada ginjal, gangguan pada pancreas, gangguan pada sistem saraf pusat, gangguan pada menstruasi.
Bahaya bila terpapar oleh Formalin
Bahaya utama :
            Formalin sangat berbahaya bila terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa : Luka baker pada kulit, Iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi dan bahaya kanker pada manusia.
Bahaya Jangka Pendek :
1. Bila terhirup
         Iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernafasan, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan serta batuk-batuk.
         Kerusakan jaringan dan luka pada saluran pernafasan seperti radang paru, pembengkakan paru.
         Tanda-tanda lainnya meliputu bersin, radang tekak, radang tenggorokan, sakit dada yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual dan muntah.
         Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.
2. Bila terkena kulit

Apabila terkena kulit maka akan menimbulkan perubahan warna, yakni kulit menjadi merah, mengeras, mati rasa dan ada rasa terbakar.

3. Bila terkena Mata
          Apabila terkena mata dapat menimbulkan iritasi mata sehingga mata memerah, rasanya sakit, gatal-gatal, penglihatan kabur, dan mengeluarkan air mata. Bila merupakan bahan beronsentrasi tinggi maka formalin dapat menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan terjadi kerusakan pada lensa mata

4. Bila tertelan
          Apabila tertelan maka mulut,tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi ( tekanan darah rendah ), kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pancreas, system susunan saraf pusat dan ginjal.
Bahaya Jangka Panjang :
1. Bila terhirup
          Apabila terhirup dalam jangka waktu lama maka akan menimbulkan sakit kepala, ganggua pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru Efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang. Gangguan head dan kemandulan pada perempuan Kanker pada hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru dan otak.
2. Bila terkena kulit
          Apabila terkena kulit kulit terasa panas,mati rasa serta gatal-gatal serta memerah,kerusakan pada jari tangan, pengerasan kulit dan kepekaan pada kulit dan terjadi radang kulit yang menimbulkan gelembung .
3. Bila terkena Mata
          Jika terkena mata bahaya yang menonjol terjadinya radang selaput mata.
4. Bila tertelan
          Jika tertelan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan ,muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada.













BAB V
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari uraian tersebut, maka penulis mengambil kesimpulan, yaitu :
  1. Dengan dijadikannya metode membuat tahu kedelai sebagai judul akan mendatangkan banyak manfaat dan memperluas pengetahuan kita tentang cara-cara membuat tahu kedelai.
2.      Proses membuat tahu kedelai mempunyai bebereapa tahapan yang mulai dari penyortiran kedelai hingga perebusan
3.      Tahu juga bisa berbahaya bagi konsumen jika tidak berhati-hati dalam memilihnya. Karena tidak jarang tahu yang dipasarkan merupakan tahu berformalin yang membahayakan kesehatan.

B.     SARAN
      Produksi tahu memang cukup rumit ini butuh ketelatenan dan kesabaran untuk mendapatkan hasil yang baik. Setelah jadipun butuh kehati-hatian dalam memilih produk tahu, karena harus waspada dengan tau berformalin yang berbahaya bagi kesehatan











DAFTAR PUSTAKA

Suwardji, Raden. Cara Pembuatan Tahu Konvensional. Yogyakarta: Penerbit Liberty, 1999.

Eko Purwaningsih. Cara Pembuatan Tahu dan Manfaat Kedelai.Jakarta: Penerbit Ganeca Exact. 2007.
Dra. Mutiara Dahlia, M.Kes & Dr. Rusilanti, M.Si. Membuat Tahu & Tempe. Jakarta: Agromedia Pustaka,2008.

Sisca Soewitomo. Resep Sajian Tahu Tempe Favorit ala Sisca Soewitomo. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama,2012.

Suriadi Ukim & Erni Susanti. Membuat Tahu Sumedang ala Bungkeng.Jakarta: Agromedia Pustaka.2008.

P. Cahanar, Irwan Suhanda. Makan Sehat Hidup Sehat. Kompas.2006