Jumat, 27 Juni 2014

HAK ASASI MANUSIA



RESUME BUKU DASAR-DASAR ILMU POLITIK

BAB VIII
HAK ASASI MANUSIA
Oleh: Murni Lestari

A.    Pengertian Hak Asasi Manusia
HAM merupakan hak yang dimiliki setiap orang untuk menjamin harkat dan martabatnya sebagai manusia dan merupakan pemberian Tuhan Yang Maha Esa, bukan merupakan pemberian negara atau pihak lain, tidak dapat dipindahkan dan dihapus dengan alasan apapun dan kewajiban semua pihak terutama negara untuk melindungi dan menegakan HAM.
1.     Konsep HAM dalam Perspektif Dimensi Visi
Visi Filosofis: berasal dari teologi agama, yang menempatkan jati diri manusia pada tempat yang tinggi sebagai makhluk Tuhan. Visi Yuridis-konstitusional: mengaitkan pemahaman HAM itu dengan tugas, hak, wewenang dan tanggung jawab negara sebagai suatu nation-state. Visi Politik : memahami HAM dalam kenyataan hidup sehari-hari, yang umumnya berwujud pelanggaran HAM.
2.     Konsep HAM dalam Perspektif Dimensi Perkembangan (generasi)
Generasi I konsep HAM: sarat dengan hak-hak yuridis. Generasi II konsep HAM: perluasan secara horizontal generasi I. Generasi III konsep HAM: ramuan dari hak hukum, social, ekonomi, politik, dan budaya menjadi apa yang disebut hak akan pembangunan(the right to development). Generasi konsep HAM IV: pendekatan struktul dalam HAM.
B.    Implementasi Hak Asasi Manusia
1.     Pelanggaran HAM secara Dominan oleh Negara
Persoalan klasik dalam implementasi HAM adalah masalah pelanggaran yang secara dominan dilakukan oleh negara, yang mestinya justru bertugas untuk melindunginya.
2.     Kontradiksi antara Universalisme dan Partikularisme
Persoalan yang selalu muncul dalam implementasi HAM adalah  partikularismontradiksi antara universalisme dan partikularisme.
3.     Dikotomi Individualisme dan Kolektivisme
Dikotomi individualisme dan kolektivitas, mestinya tidak dipandang secara kontradiktif,
karena merupakan fakta social dan masing-masing memiliki tempatnya.

Sumber: Cholisin dan Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar