Jumat, 20 Juni 2014

ILMU POLITIK SEBAGAI BAGIAN ILMU ILMU SOSIAL YANG LAIN



RESUME BUKU DASAR-DASAR ILMU POLITIK

BAB II
ILMU POLITIK SEBAGAI BAGIAN ILMU ILMU SOSIAL YANG LAIN
Oleh: Murni Lestari

A. ILMU POLITIK SEBAGAI ILMU DAN BAGIAN ILMU SOSIAL
1.Ilmu Politik sebagai ilmu
Ilmu adalah sekelompok pengetahuan teratur yang membahas sesuatu sasaran tertentu dengan pemusatan perhatian pada satu atau dua golongan masalah yang terdapat pada sasaran itu untuk memperoleh keterangan –keterangan yang mengandung kebeneran’’(Gani,1984:12). Ilmu politik memang bersifat sistematis ,memiliki sasaran baik obyek materia,maupun sasaran yang berupa obyek forma. Politik sebagai bagian dari ilmu sosial yang memiliki lapangan penyelidikan tertentu dan mempunyai pusat perhatian tertentu dapat dikatakan sebagai ilmu yang masih muda.
2.Sasaran Ilmu Politik
Sasaran suatu ilmu dapat digolongkan menjadi obyek materia dan obyek forma. Obyek materia merupakan bahan yang menjadi pembahsan atau sasaran panca-indera. sedangkan obyek forma yang menjadi pusat perhatian atau sasaran pengetahuan(Gani,1984:24)
3.Ruang Lingkup Ilmu politik
Ruang lingkup menurut hasil konfrensi internasional UNESCO pada 1984 tentang pengajaran, penelitian dan metode ilmu politik, yang di sengelarakan di paris.
a.Menurut UNESCOI : Politicial theory, Political Institution, Parties,Groups and Public opinion, International Relations
b. Menurut American political Science Association(APSA,1950)
c. Menurut Rodee & Anderson (1983)
d. Dalam buku A New Handbook of Political science,(Rober E.Goodin and hans Dleter klingeman [eds.].1996)
e.Dalam buku An Introduction Politics, yang ditulis oleh Barrie Axford; Gary K. Browing; Richard Huggins; Ben Rosamond(edisi pertama 1997, edisi kedua 2002) : Part 1 Poeple and Politcs, Part 2 Politics and ideal, Part 3 The structure and process of governance, Part 4 Politics beyond the territorial state
f. Menurut ramlan surbakti, ilmu politik dewasa ini telah mengalami fragmentasi menjadi sekurang-kurangnya lima sub bidang kajian dan masing masing berkembang secara otonom(Budioardjo,1996)
4.Pendekatan Ilmu Politik
a. Pendekatan tradisional
Negara sebagai fokus utama dengan segi konstitusional dan yuridis. Bahasan pendekatan ini : sifat UUD san masalah kedaulatan, kedudukan dan kekusaan lembaga-lembaga kenegaraan
b.Pendekatan perilaku
Fokus perhatian adalah perilaku perorangan, juga kesatuan-kesatuan yang lebih besar. Masyarakat dalam pendekatan dilihat sebagai suatu sitem sosial dan negara sebagai suatu sistem politik yang menjadi subsistem dari sistem sosial.
c.Pendekatan pasca-perilaku
Merupakan reaksi terhadap  perilaku yang dinilai kurang fungsional, pendekatan ini tidak sepenuhnya menolak pendekatan perilaku.
d.Pendekatan Marxis
Keinginan membahas masalah-masalah sosial dari prespektif holistik dan dialektis serta memberikan tekanan pada kegiatan negara dan konflik kelas. Yaitu konflik antara mereka yang memiliki alat-alat produksi dengan mereka yang tidak memilikinya. Pendekatan marxis dibedakan menjadi Marxis klasik dan Neo-Marxis
e.Teori ketergantungan
Imperalisme masih hidup, tetapi dalam bentuk lain yaitu dominasi ekonomi dan negara-negara kurang maju. Negara maju memang telah melepaskan tanah jajahannya, tetapi tetap mengendalikan ekonominya.
f. Pendekatan pilihan rasioanal
Individu sebagai aktor penting dalam dunia polotik. Sebagai makhluk rasional ia selau mempunyai tujuan-tujuan yang mencermikan apa yang dianggap kepentingan diri sendiri.
g. Pendekatan institusionalisme baru
Dipicu oleh pendekatan  institusionalisme lama dan pendekatan behavior. Institusionalisme baru melihat institusi negara sebagai hal yang dapat diperbaiki ke arah suatu tujuan tertentu.
5. Teori politik
Berguna untuk menjelaskan hubungan antar konsep yang berkaitan dengan fenomena dan fakta politik yang terpilih dari penggunaan suatu pendekatan. Thomas P. Yenkin membedakan teori politik ke dalam (1) valuational(filsafat politik, teori politik sistematis, ideology politik), (2) non-valuational.
B. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU SOSIAL YANG LAIN
1. Hubungan Ilmu Politik dengan sejarah
Sejarah memberikan kontribusi berupa bahan, data, fakta masa lampau untuk meneropong persoalan politik ke depan.
2. Hubungan ilmu Politik dengan Ilmu Ekonomi
Hubungan ilmu politik dengan ilmu ekonomi, misalnya ditandai dengar lahirnya paham ekonomisme dan politisme.
3. Hubungan Ilmu politik dengan ilmu Hukum
Hubungan antara hukum dan politik sangatlah erat. Hal ini terlihat bahwa hukum dibuat, dijalankan dan dipertahamkan olh suatu kekuasaan. Hukum merupakan instrument politik dalam mewujudkan kebijakan.
4. Hubungan ilmu Politik dengan Etika
Hubungan antara Etika dengan ilmu politik melahirkan etika politik
5. Hubungan ilmu politik dengan Sosiologi
Teori-teroi – teori sosiologi sangat membantu bagai ilmu politik, dalam memahami antara lain: 1) sampai dimana susunan dan stratifikasi sosial mempengaruhi atau dipengaruhi oleh policy decision; 2) (political legitimacy); 3) (sources of political authority); 4) (social control); 5) (social change)
6. Hubungan ilmu Politik dengan Antropologi Budaya
Kebudayaan merupakan faktor yang berpengaruh dalam memberikan corak dan ragam kepribadiaan individu dalam masyarakat dan ide-ide serta lembaga-lembaga yang terdapat dalam masyarakat, maka kebudayaan merupakan faktor yang akan berpengaruh dalam politik
6. Hubungan Ilmu politik Dengan Geografi
Muncul ilmu baru yang dikenal geografi politik(ilmu bumi politik) ilmu yang menerangkan pengaruh fisik, misalnya letak, luas wilayah, kekayaan alam atas pertumbuhan organisme politik.
7.Hubungan ilmu politik dengan Psikologi sosial
Hubungan ilmu politik dengan psikologi sosial terlihat dari pemakaian hukun-hukum dan dalil psikologi dalam menjelaskan gejala- gejala dalam penyelidikan akan motif- motif yang menjadi dasar setiap proses politik. Dewasa ini dalam ilmu politik telah muncul pendekataan psikologis untuk memahami perilaku pemilih . pendekatan ini menggunakan dan mengmbangkaan konsep psikologi terutama konsep sikap dan sosialisasi  untuk menjelaskan perilaku pemilih.

Sumber: Cholisin dan Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar