RESUME BUKU
DASAR-DASAR ILMU POLITIK
BAB II
ILMU POLITIK SEBAGAI BAGIAN ILMU ILMU
SOSIAL YANG LAIN
Oleh: Murni Lestari
A. ILMU POLITIK SEBAGAI ILMU DAN BAGIAN
ILMU SOSIAL
1.Ilmu Politik sebagai ilmu
Ilmu adalah sekelompok pengetahuan teratur
yang membahas sesuatu sasaran tertentu dengan pemusatan perhatian pada satu
atau dua golongan masalah yang terdapat pada sasaran itu untuk memperoleh
keterangan –keterangan yang mengandung kebeneran’’(Gani,1984:12). Ilmu politik memang bersifat sistematis
,memiliki sasaran baik obyek materia,maupun sasaran yang berupa obyek forma. Politik sebagai bagian dari ilmu sosial
yang memiliki lapangan penyelidikan tertentu dan mempunyai pusat perhatian
tertentu dapat dikatakan sebagai ilmu yang masih muda.
2.Sasaran Ilmu Politik
Sasaran suatu ilmu dapat digolongkan menjadi
obyek materia dan obyek forma. Obyek materia merupakan bahan yang menjadi
pembahsan atau
sasaran panca-indera. sedangkan obyek forma yang menjadi pusat perhatian atau
sasaran pengetahuan(Gani,1984:24)
3.Ruang Lingkup Ilmu politik
Ruang lingkup menurut hasil konfrensi
internasional UNESCO pada 1984 tentang pengajaran, penelitian dan metode ilmu
politik, yang di sengelarakan di paris.
a.Menurut UNESCOI : Politicial theory, Political Institution, Parties,Groups and Public opinion, International Relations
b. Menurut American political Science
Association(APSA,1950)
c. Menurut Rodee & Anderson (1983)
d. Dalam buku A New Handbook of Political
science,(Rober E.Goodin and hans Dleter klingeman [eds.].1996)
e.Dalam buku An Introduction Politics,
yang ditulis oleh Barrie Axford; Gary K. Browing; Richard Huggins; Ben
Rosamond(edisi pertama 1997, edisi kedua 2002) : Part 1 Poeple and Politcs, Part 2 Politics and ideal, Part 3 The structure and process of
governance, Part
4 Politics beyond the territorial state
f. Menurut
ramlan surbakti, ilmu politik dewasa ini telah mengalami fragmentasi menjadi
sekurang-kurangnya lima sub bidang kajian dan masing masing berkembang secara otonom(Budioardjo,1996)
4.Pendekatan Ilmu Politik
a. Pendekatan tradisional
Negara sebagai fokus utama dengan segi
konstitusional dan yuridis. Bahasan pendekatan ini : sifat UUD san masalah kedaulatan,
kedudukan dan kekusaan lembaga-lembaga kenegaraan
b.Pendekatan perilaku
Fokus perhatian adalah perilaku
perorangan, juga
kesatuan-kesatuan yang lebih besar. Masyarakat
dalam pendekatan dilihat sebagai suatu sitem sosial dan negara sebagai suatu
sistem politik yang menjadi subsistem dari sistem sosial.
c.Pendekatan pasca-perilaku
Merupakan reaksi terhadap perilaku yang dinilai kurang fungsional,
pendekatan ini tidak sepenuhnya menolak pendekatan perilaku.
d.Pendekatan Marxis
Keinginan membahas masalah-masalah
sosial dari prespektif holistik dan dialektis serta memberikan tekanan pada
kegiatan negara dan konflik kelas. Yaitu konflik antara mereka yang memiliki
alat-alat produksi dengan mereka yang tidak memilikinya. Pendekatan marxis dibedakan menjadi
Marxis klasik dan Neo-Marxis
e.Teori ketergantungan
Imperalisme masih hidup, tetapi dalam
bentuk lain yaitu dominasi ekonomi dan negara-negara kurang maju. Negara maju
memang telah melepaskan tanah jajahannya, tetapi tetap mengendalikan ekonominya.
f. Pendekatan
pilihan rasioanal
Individu sebagai aktor penting dalam
dunia polotik. Sebagai makhluk rasional ia selau mempunyai tujuan-tujuan yang
mencermikan apa yang dianggap kepentingan
diri sendiri.
g. Pendekatan
institusionalisme baru
Dipicu oleh pendekatan institusionalisme lama dan pendekatan
behavior. Institusionalisme
baru melihat institusi negara sebagai hal yang dapat diperbaiki ke arah suatu
tujuan tertentu.
5. Teori
politik
Berguna untuk
menjelaskan hubungan antar konsep yang berkaitan dengan fenomena dan fakta
politik yang terpilih dari penggunaan suatu pendekatan. Thomas P. Yenkin
membedakan teori politik ke dalam (1) valuational(filsafat politik, teori
politik sistematis, ideology politik), (2) non-valuational.
B. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU SOSIAL YANG LAIN
1. Hubungan Ilmu Politik dengan sejarah
Sejarah
memberikan kontribusi berupa bahan, data, fakta masa lampau untuk meneropong
persoalan politik ke depan.
2. Hubungan ilmu Politik dengan Ilmu
Ekonomi
Hubungan ilmu politik dengan ilmu
ekonomi, misalnya ditandai dengar lahirnya paham ekonomisme dan politisme.
3. Hubungan Ilmu politik dengan ilmu Hukum
Hubungan antara hukum dan politik
sangatlah erat. Hal ini terlihat bahwa hukum dibuat, dijalankan dan
dipertahamkan olh suatu kekuasaan. Hukum merupakan instrument politik dalam
mewujudkan kebijakan.
4. Hubungan ilmu Politik dengan Etika
Hubungan antara Etika dengan ilmu politik melahirkan etika
politik
5. Hubungan ilmu politik dengan Sosiologi
Teori-teroi – teori sosiologi sangat
membantu bagai ilmu politik, dalam memahami antara lain: 1) sampai dimana susunan dan
stratifikasi sosial mempengaruhi atau dipengaruhi oleh policy decision; 2) (political legitimacy); 3) (sources of political authority); 4) (social control); 5) (social change)
6. Hubungan ilmu Politik dengan
Antropologi Budaya
Kebudayaan merupakan faktor yang
berpengaruh dalam memberikan corak dan ragam kepribadiaan individu dalam
masyarakat dan ide-ide serta lembaga-lembaga yang terdapat dalam masyarakat,
maka kebudayaan merupakan faktor yang akan berpengaruh dalam politik
6. Hubungan Ilmu politik Dengan
Geografi
Muncul ilmu baru yang dikenal geografi
politik(ilmu bumi politik) ilmu yang menerangkan pengaruh fisik, misalnya
letak, luas wilayah, kekayaan alam atas pertumbuhan organisme politik.
7.Hubungan ilmu politik dengan Psikologi
sosial
Hubungan ilmu politik dengan psikologi
sosial terlihat dari pemakaian hukun-hukum dan dalil psikologi dalam
menjelaskan gejala- gejala dalam penyelidikan akan motif- motif yang menjadi dasar setiap proses politik. Dewasa ini dalam
ilmu politik telah muncul pendekataan psikologis untuk memahami perilaku
pemilih . pendekatan ini menggunakan dan mengmbangkaan konsep psikologi
terutama konsep sikap dan sosialisasi
untuk menjelaskan perilaku pemilih.
Sumber:
Cholisin dan Nasiwan. 2012. Dasar-Dasar
Ilmu Politik. Yogyakarta: Ombak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar