TITIK BENING DALAM KATA-KATA
Dalam malam sunyi, hati diselimuti rasa gundah yang
tiba-tiba melanda, hingga perasaan inipun menjadi tidak terkontrol. Terlalu
mendramatisir keadaan, terlalu memperkeruh suasana hingga hati ini menjadi
carut marut entah bagaimana lagi cara mendiskripsikannya. Sudah cukup bingung
memahami apa yang terjadi pada diriku sebenarnya. Entah bagaimana aku bisa
berbagi cerita dengan orang lain untuk setidaknya mengurangi beban, jika aku
sendiri tidak bisa memahami bagaimana sesungguhnya perasaan ini, apa yang aku
rasakan terlalu keruh untuk dengan mudah dicari titik beningnya.
Ketika perasaan ini menjadi semakin keruh entah ada saja hal
yang melengkapi kekeruhan hati ini. Suasana hati yang kini semakin abu-abu
menjadi semakin hitam mengeruh ketika muncul sebuah realita yang cukup
menyakitkan, realita yang mampu dijangkau logika, tapi saying aku menjangkau
realita itu dengan perasaan, hingga membuat sakit hati ini tak tertahankan. Aku
sendiri tak mampu menerima kenyataan itu. Realita itu terlalu menyakitkan untuk
kuterima dalam cerita hidupku. Realita itu cukup membuat hati ini sakit hingga
membuka luka lama yang perlahan telah menuju sembuh. Realita itu mengungkap
bahwa tak selamanya ego yang menguasai diriku adalah hal yang baik dalam
penentuan perjalanan hidupku. Aku terlalu mengabaikan suara hati kecilku.
Ketika hati kecilku turut ambil suara dalam penentuan perjalanan hidupku,
mungkin egoku lebih menguasai dibandingkan suara hati kecilku. Egoku tak mampu
terkalahkan dengan suara hati kecilku yang sesungguhnya suara itulah argument
yang tepat untuk aku menentukan langkah. Namun apa daya egoku telah menguasai
logika, hingga perasaan tak diberikan kesempatan untuk turut andil dalam
penentuan perjalanan yang akan kutempuh. Ketika semua sudah terjadi seperti
ini, yang ada hanyalah penyesalan diakhir, yang bisa kulakukan. Karena memang
hanya itu yang patut aku lakukan, karena apalagi yang harus aku lakukan kalau
tidak menyesal?. Ya, penyesalan memang selalu datang diakhir, tetapi tidakkah
aku berpikir sebelumnya bahwa ketika aku salah menentukan langkah, akan ada
penyesalan yang diwarnai dengan kekecewaan dan itu harusnya telah aku cegah
dari awal.
Namun kini semuanya telah terjadi, penyesalan dan kekecewaan
tak terbendung lagi, dan akupun bingung bagaimana menentukan langkah
selanjutnya yang harus aku ambil, jika arahku melangkah kini masih saja
sempoyongan, masih berada dalam pengaruh kontrol penyesalan dan kekecewaan.
Ketika penyesalan dan kekecewaan masih mempengaruhi langkahku hadirlah penopang
langkah yang setidaknya membantuku untuk melangkah lebih tegak, melangkah lebih
baik, lebih punya tujuan, kemana aku harus melangkah. Karena akan ada
orang-orang dibalik layar yang akan membantuku melangkah menjadi pribadi yang
lebih dewasa, yang mampu menentukan pilihan, menentukan langkah dengan tujuan
yang pasti. Setidaknya dengan hadirnya kata-kata yang mampu membangkitkanku dalam
rasa penyesalan dan kekecewaan membuat aku sadar bahwa akan sia-sia aku
terpuruk dalam sebuah keadaan yang aku buat sendiri yang sesungguhnya akupun
tidak ingin berada dalam keadaan yang seperti ini. Sia-sia meratapi semua yang
terjadi jika tidak ada solusi yang dihasilkan dengan terus menerus menyesal dan
merasa kecewa. Sia-sia menghabiskan waktuku hanya dalam penyesalan dan
kekecewaan yang tak berarti.
Dan kata-kata yang menjadi cambukanku untuk menjadi pribadi
yang kuat, menjadi pribadi yang selalu kuat dan semangat dalam menyusuri
perjalanan hidup akan selalu teringat dalam memori ini. Meskipun hanya sebuah
kata-kata namun kata-kata itu memiliki kekuatan yang mampu memberikan suntikan
semangat hingga sedikit mampu mengubah mindset-ku
menjadi lebih terarah yang bisa aku gunakan sebagai pijakanku untuk melangkah
dalam menyusuri jalanan hidup, hingga menuju satu tujuan pasti.
Terima kasih telah menghadirkan kata-kata itu, terima kasih
telah merangkai huruf menjadi kata-kata dalam sebuah ungkapan yang mampu
memberikan titik bening dalam keruhnya suasana perasaanku. Thanks a lot J
***
Terima kasih untuk anda yang merasa memberikan kata-kata
dalam sebuah ungkapan untuk suntikan semangat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar