Tergores indah
dalam lembar kertas putih
Terrangkai
manis dalam sebuah memori
Berawal dari
huruf menjadi kata
Perlahan kata
menjadi sebuah kalimat
Melukiskan
siluet hati yang mulai memudar
Kabur perlahan menghilang dari
pelupuk mata
Bayang keindahan menjadi bias semata
Hingga hatipun tak mampu untuk peka
Kini jemari
mulai meliuk-liuk menari
Menerjemahkan
isi pilunya hati
Sebuah goresan
dengan setitik tinta
Yang berujung
pedih dan lara
Warna-warni goresan tak
lagi menghiasi
Indahnya seni tak mampu
ternikmati
Oleh hati yang perlahan
teriris sepi
Hingga diri ini tak
mungkin beranjak pergi
Tinta
lara yang mampu bicara
Mengungkap
semua realita yang ada
Menegaskan
bahwa cinta tak selalu sempurna
Karena dia
telah menjadi milik-Nya
Diam
bertahan kuatkan diri
Berjuang
melawan gemuruh gejolaknya hati
Tak
terhitung berapa kali merintih
Menikmati
sakit yang tak bertepi
Goresan tinta
dalam lembar putih
Bersinergi
indah dalam simfoni
Berbisik
dalam kesunyian malam
Menggantungkan
harap dalam diam
Tersadar
tak ada lagi kata dalam untaian
Hanya
sebaris doa yang bisa kulantunkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar