Minggu, 15 Desember 2013

TINTA LARA

TINTA LARA 

Tergores indah dalam lembar kertas putih
Terrangkai manis dalam sebuah memori
Berawal dari huruf menjadi kata
Perlahan kata menjadi sebuah kalimat
Melukiskan siluet hati yang mulai memudar
            Kabur perlahan menghilang dari pelupuk mata
            Bayang keindahan menjadi bias semata
            Hingga hatipun tak mampu untuk peka
Kini jemari mulai meliuk-liuk menari
Menerjemahkan isi pilunya hati
Sebuah goresan dengan setitik tinta
Yang berujung pedih dan lara
                        Warna-warni goresan tak lagi menghiasi
                        Indahnya seni tak mampu ternikmati
                        Oleh hati yang perlahan teriris sepi
                        Hingga diri ini tak mungkin beranjak pergi
Tinta lara yang mampu bicara
Mengungkap semua realita yang ada
Menegaskan bahwa cinta tak selalu sempurna
Karena dia telah menjadi milik-Nya
Diam bertahan kuatkan diri
Berjuang melawan gemuruh gejolaknya hati
Tak terhitung berapa kali merintih
Menikmati sakit yang tak bertepi
Goresan tinta dalam lembar putih
Bersinergi indah dalam simfoni
Berbisik dalam kesunyian malam
Menggantungkan harap dalam diam
Tersadar tak ada lagi kata dalam untaian

Hanya sebaris doa yang bisa kulantunkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar